Minggu, 16 April 2017
Sabtu, 10 Desember 2016
BERAU ADVENTURE. BERPETUALANG 7 HARI DI NEGERI ATAS LANGIT
Berau
Adventure
BERPETULANG SEMINGGU DI NEGERI ATAS
LANGIT
PAKET TOUR BERAU 7 MALAM UNTUK 10
ORANG TOTAL Rp. 60.000.000
Yang dikunjungi : Kota Tanjung Redeb,
Kampung Budaya Bena Baru, Kampung Peninggalan Prasejarah Merabu, Nyapa Long
Lanuk, dan destinasi Bahari yang paling popular Pulau Derawan
Siang rombongan tiba di Bandara Kalimarau
Berau
1. Jemput di bandara menuju Hotel
2. Ceik in hotel
3. Istirahat
I. Paket hari pertama : Kota Tanjung Redeb dan
sekitarnya.
1. Mesjid Agung Bhaithul Hikmah Sholah
Sunat dan naik Tower
2. Tem Phie Kong Tri Dharma
3. Pure Giri Natha Hindu
4. Keraton Sambaliung
5. Jalan ditepian sambaliung
6. Makam Syech Ali Djunaidi Al-banjari
7. Museum Batiwakkal Gunung Tabur
8. Mesjid Tua Keraton Gunung Tabur
9. Kerumah Putri
10. Rumah Pemangku Adat Gunung Tabur
11. Jalan ditepian Gunung Tabur
12. Pasar Sanggam Adji Dilayas
13. Teluk Bayur makan Gado-gado khas Berau
14. Melihat lihat peninggalan Perusahaan
Batu Bara Belanda
(Pasar, Lapangan Sepak Bola, Kantor, jalan-jalan)
15. Sore menjelang malam jalan-jalan
ditepian sambil menikmati matahari tenggelam
16. Sholat Magrib di Mesjid Rayathul Ikhlas
Jl. Pulau Derawan
17. Menikmati kuliner ditepian
II. Paket hari kedua : Menyaksikan Atraksi
kesenian di Kampung Bena Baru
( 1 hari)
1. Melihat Kerajinan membuat Seraung/Tudung
2. Melihat kerajinan membuat kalung Manik
3. Melihat dan bertemu dengan nenek Telinga
Panjang (Telenga Dado’)
4. Menyaksikan Atraksi Tari dan musik di
Balai Addat :
4.1. Musik Sampe
4.2. Musik Jatung Otang
4.3. Musik Lutung
4.4. Tari Ngelam Memperebutkan Putri Cantik
4.5. Tari Ngelam Anak-anak
4.6. Kanjet Tengen atau Tuut (Tari Tungal)
4.7. Tari Gerak Sama (menari bersama)
4.8. Kanjet Lesung Osap (menari menumbuk beras bersama)
III. Paket hari tiga : Merabu Dua Malam.
1. Perjalan menggunakan mobil 3 jam sampai
dikampung Merabu.
2. Sampai di Kampung Merabu, persiapan
menuju Bloyot plus 2 orang pendamping lokal
3. Langsung Tracking menuju Gua Beloyot 2
jam
3.1. Masuk gua Ara
3.2.
Masuk Gua Sedepan Bloyot
3.3. Kabila 1
3.4. Kabila 2
3.5. Gua Beloyot Menyaksikan gambar telapak
tangan dan binatang yang sudah berusia lebih
4.000 tahun
3.6. Masuk kegua Abu memancing ikan Lele untuk
makan malam (Kristian Ketua LPM Merabu)
3.7. Bermalam di gua Kabila. Makan malam dan
sarapan pagi
3.8. Turun menuju Kampung 2 jam
IV. Paket hari keempat : Merabu Dua Malam
1. Istirahat di kampung, persiapan menuju
Nyadeng dan puncak Ketepu,
2. Naik Perahu Ketinting 20 menit dan jalan
kaki 20 menit menuju Sungai Green Nyadeng
3. Istirahat dirumah pohon, masak makan
siang
4. Mandi disungai Green Nyadeng (air sungai
Awet Muda)
5. Melanjutkan perjalanan ke Puncak Ketepu
1,5 jam
5.1.
Menyaksikan keindahan alam dari puncak
5.2.
Menyaksikan Matahari Tenggelam
5.3.
Tidur di gua Ketepu, makan malam
5.4.
Menyaksikan Matahari Terbit, sarapan
5.5. Turun menuju Kampung 2 jam
V. Paket hari Kelima : ke Gunung Nyapa di
Kampung Long Lanuk
1. Dari Kampung Merabu – Kampung Long Lanuk
4 Jam
2. Makan Siang di Labanan
3. Sampai Kampung Long Lanuk jam 14.00
4. Rangsel di tinggal dikampung. Bawa
peralatan untuk panjat dan turun masuk Gua
5. Naik perahu Ketinting 25 nebit
6. Sampai Gunung Belah
7. Menuju Gua Petau Gua Pemakaman orang
Dayak Ga’ai jaman dulu 15 menit
8. Masuk Gua Lebo 2 jam
9. Turun liat sungai dalam gua Lebo Mandi
dan berenang, memetik Sarang walet (Semoga ada)
10. Kembali ke Kampung Long Lanuk Buat
Lemang
11. Istirahat dan tidur di Kampung Long
Lanuk
VI. Paket hari keenam : ke Pulau Derawan
1. Perjalanan Long Lanuk-Tanjung Rede 1,5
jam
2. Naik Speadboat menuju Pulau Derawan 2
jam
3. Menginap di Derawan Beach
4. Meliput atau keliling pulau
5. Air pasang snokling dan menyaksikan
Penyu berenang
VII. Paket hari ketujuh : Keliling Pulau
1. Pulau Sangalaki
2. Pulau Kakaban
3, Pulau Maratua
VIII. Paket kedelapan Pulang
Paket ini tidak termasuk :
1. Biaya Pesawat dari tempat tinggal sampai
Bandara Kalimarau Berau.
2. Biaya Diving dan instruktur diving
3. Biaya sewa alat alat panjat dan pengaman
masuk gua.
Cemerlang Jaya Tour and Travel
Jl. Durian 3 Haur Gading No. 03 RT 07
Tanjung Redeb Berau, Kalimantan Timur 77311
Telp. 0554 2021166, HP. 085249518790
Pin BB. 5CE9728F. email : kebudayaanberaukaltim@gmail.com
Direktur
Saprudin, M
Berau
Adventure
BERPETULANG SEMINGGU DI NEGERI ATAS
LANGIT
PAKET TOUR BERAU 7 MALAM UNTUK 10
ORANG TOTAL Rp. 60.000.000
Yang dikunjungi : Talisayan, Biduk-Biduk,
Teluk Sulaiman, Kota Tanjung Redeb, Kampung Budaya Bena Baru, Kampung
Peninggalan Prasejarah Merabu
Siang rombongan tiba di Bandara Kalimarau
Berau
1. Jemput di bandara menuju Talisayan
2. Mampir di Air Panas Asin Pamapak
3. Ceik in hotel
4. Makan malam dan Istirahat
I. Paket hari pertama : Talisayan dan sekitarnya.
1.
Subuh Naik kapal kelaut Talisayan menyaksikan dan berenang dengan Hiu
Tutul
2. ke Goa Permata Rimaung
3. Makan Siang
4. ke Goa Naga Capuak
5. Cek in hotel Biduk-Biduk
6. Makan Malam
7. Menikmati pantai Biduk-Biduk
8. Istirahat
II. Paket hari kedua dan hari ketiga : Biduk-Biduk
1. Labuan Cermin traking naik kapal, mandi,
dan berenang diair 2 rasa
2. Makan siang
3. naik kapal menuju Pulau Kaniungan,
mampir di Pulau Sigending dan melintasi hutan mangrove
4. Makan malam santai di pantai lanjut
istirahat
III. Paket keempat : menuju kota Tanjung Redeb
IV. Paket hari kelima : Merabu dua malam
1. perjalanan mobil 3 jam
2. Sampai di Kampung Merabu, persiapan
menuju Bloyot plus 2 orang pendamping lokal
3. Langsung Tracking menuju Gua Beloyot 2
jam
3.1. Masuk gua Ara
3.2. Masuk Gua Sedepan Bloyot
3.3. Kabila 1
3.4. Kabila 2
3.5. Gua Beloyot Menyaksikan gambar telapak tangan dan binatang yang
sudah berusia lebih
4.000 tahun
3.6. Masuk kegua sempit gua Abu memancing ikan
3.7. Bermalam di sekitar gua. Makan malam dan sarapan pagi
3.8. Turun menuju Kampung 2 jam
3.9. Mampir di gua Liang Lungun
V. Paket hari keenam : Merabu Dua Malam
1. Istirahat di kampung, persiapan menuju
Nyadeng dan puncak Ketepu,
2. Naik Perahu Ketinting 20 menit dan jalan
kaki 20 menit menuju Sungai Green Nyadeng
3. Istirahat dirumah pohon, masak makan
siang
4. Mandi disungai Green Nyadeng (air sungai
Awet Muda)
5. Melanjutkan perjalanan ke Puncak Ketepu
1,5 jam
5.1. Menyaksikan keindahan alam dari puncak
5.2. Menyaksikan Matahari Tenggelam
5.3. Tidur di gua Ketepu, makan malam
5.4. Menyaksikan Matahari Terbit, sarapan
5.5. Turun menuju Kampung 2 jam
VI. Paket hari Ketujuh : Kampung Budaya
Bena Baru
Menyaksikan Atraksi kesenian di Kampung Bena Baru
1. Melihat Kerajinan membuat Seraung/Tudung
2. Melihat kerajinan membuat kalung Manik
3. Melihat dan bertemu dengan nenek Telinga
Panjang (Telenga Dado’)
4. Menyaksikan Atraksi Tari dan musik di
Balai Addat :
4.1. Musik Sampe
4.2. Musik Jatung Otang
4.3. Musik Lutung
4.4. Tari Ngelam Memperebutkan Putri Cantik
4.5. Tari Ngelam Anak-anak
4.6. Kanjet Tengen atau Tuut (Tari Tungal)
4.7. Tari Gerak Sama (menari bersama)
4.8. Kanjet Lesung Osap (menari menumbuk beras bersama)
VII. Paket hari kedelapan Pulang
Paket ini tidak termasuk :
1. Biaya Pesawat dari tempat tinggal sampai
Bandara Kalimarau Berau.
2. Biaya Diving dan instruktur diving
3. Biaya sewa alat alat panjat dan pengaman
masuk gua
Cemerlang Jaya Tour and Travel
Jl. Durian 3 Haur Gading No. 03 RT 07
Tanjung Redeb Berau, Kalimantan Timur 77311
Telp. 0554 2021166, HP. 085249518790
Pin BB. 5CE9728F. email : kebudayaanberaukaltim@gmail.com
Direktur
Saprudin, M. Si
Berau
Adventure
BERPETULANG SEMINGGU DI NEGERI ATAS LANGIT
PAKET TOUR BERAU 7 MALAM UNTUK 10
ORANG TOTAL Rp. 60.000.000
Yang dikunjungi : Kota Tanjung Redeb,
Kampung Budaya Bena Baru, Kampung Peninggalan Prasejarah Merabu, Konservasi
Orang Utan Merasa, dan destinasi Bahari yang paling popular di Indonesia Pulau
Derawan.
Siang rombongan tiba di Bandara Kalimarau
Berau
1. Jemput di bandara menuju Hotel
2. Ceik in hotel
3. Istirahat
I. Paket hari pertama : Kota Tanjung Redeb
dan sekitarnya.
1. Mesjid Agung Bhaithul Hikmah Sholah
Sunat dan naik Tower
2. Tem Phie Kong Tri Dharma
3. Pure Giri Natha Hindu
4. Keraton Sambaliung
5. Jalan ditepian sambaliung
6. Makam Syech Ali Djunaidi Al-banjari
7. Museum Batiwakkal Gunung Tabur
8. Mesjid Tua Keraton Gunung Tabur
9. Kerumah Putri
10. Rumah Pemangku Adat Gunung Tabur
11. Jalan ditepian Gunung Tabur
12. Pasar Sanggam Adji Dilayas
13. Teluk Bayur makan Gado-gado khas Berau
14. Melihat lihat peninggalan Perusahaan
Batu Bara Belanda
(Pasar, Lapangan Sepak Bola, Kantor, jalan-jalan)
15. Sore menjelang malam jalan-jalan
ditepian sambil menikmati matahari tenggelam
16. Sholat Magrib di Mesjid Rayathul Ikhlas
Jl. Pulau Derawan
17. Menikmati kuliner ditepian
II. Paket hari kedua : Menyaksikan Atraksi
kesenian di Kampung Bena Baru
( 1 hari)
1. Melihat Kerajinan membuat Seraung/Tudung
2. Melihat kerajinan membuat kalung Manik
3. Melihat dan bertemu dengan nenek Telinga
Panjang (Telenga Dado’)
4. Menyaksikan Atraksi Tari dan musik di
Balai Addat :
4.1. Musik Sampe
4.2. Musik Jatung Otang
4.3. Musik Lutung
4.4. Tari Ngelam Memperebutkan Putri Cantik
4.5. Tari Ngelam Anak-anak
4.6. Kanjet Tengen atau Tuut (Tari Tungal)
4.7. Tari Gerak Sama (menari bersama)
4.8. Kanjet Lesung Osap (menari menumbuk beras bersama)
III. Paket hari tiga : Merabu Dua Malam.
1. Perjalan menggunakan mobil 3 jam sampai
dikampung Merabu.
2. Sampai di Kampung Merabu, persiapan
menuju Bloyot plus 2 orang pendamping lokal
3. Langsung Tracking menuju Gua Beloyot 2
jam
3.1. Masuk Gua Sedepan Bloyot
3.2.Kabila 1
3.3. Kabila 2
3.4. Gua Beloyot Menyaksikan gambar telapak tangan dan binatang yang
sudah berusia lebih
10.000 tahun
3.5. Masuk kegua Abu memancing ikan
3.6.
Bermalam di gua sekitar Beloyot. Makan malam dan sarapan pagi
3.7. Turun menuju Kampung 2 jam
3.9. Mampir di gua Liang Lungun
IV. Paket hari keempat : Merabu Dua Malam
1. Istirahat di kampung, persiapan menuju
Nyadeng dan puncak Ketepu,
2. Naik Perahu Ketinting 20 menit dan jalan
kaki 20 menit menuju Sungai Green Nyadeng
3. Istirahat dirumah pohon, masak makan
siang
4. Mandi disungai Green Nyadeng (air sungai
Awet Muda)
5. Melanjutkan perjalanan ke Puncak Ketepu
1,5 jam
5.1. Menyaksikan keindahan alam dari puncak
5.2. Menyaksikan Matahari Tenggelam
5.3. Tidur di gua Ketepu, makan malam
5.4. Menyaksikan Matahari Terbit, sarapan
5.5. Turun menuju Kampung 2 jam
V. Paket hari Kelima : ke Kampung Merasa
1. Dari Kampung Merabu – Kampung Merasa 2
Jam
2. Makan Siang di Merasa
3. cek in penginapan rumah penduduk
4. Kepulau Konservasi Orang Utan
5. Ke air Terjun Jenum
6. Naik perahu Ketinting menyusuri sungai
melihat pemandangan Batu Karst
VI. Paket hari keenam : ke Pulau Derawan
1. Perjalanan Merasa-Tanjung Rede 1,5 jam
2. Naik Speadboat menuju Pulau Derawan 2
jam
3. Menginap di Derawan Beach
4. Meliput atau keliling pulau
5. Air pasang snokling dan menyaksikan
Penyu berenang
VII. Paket hari ketujuh : Keliling Pulau
1. Pulau Sangalaki
2. Pulau Kakaban
3, Pulau Maratua
VIII. Paket kedelapan Pulang
Paket ini tidak termasuk :
1. Biaya Pesawat dari tempat tinggal sampai
Bandara Kalimarau Berau.
2. Biaya Diving dan instruktur diving
3. Biaya sewa alat alat panjat dan pengaman
masuk gua
Cemerlang Jaya Tour and Travel
Jl. Durian 3 Haur Gading No. 03 RT 07
Tanjung Redeb Berau, Kalimantan Timur 77311
Telp. 0554 2021166, HP. 085249518790
Pin BB. 5CE9728F. email : kebudayaanberaukaltim@gmail.com
Direktur
Saprudin, M. Si
Minggu, 04 Desember 2016
EVENT BUDAYA AKHIR TAHUN 2016 DAN MENYAMBUT TAHUN BARU 2017
KUNJUNGI DAN SAKSIKAN ACARA TRADISI ADAT DAN BUDAYA PADA BULAN
DESEMBER AKHIR TAHUN 2016. EVENT BUDAYA INI SANGAT MERIAH DAN KENTAL
DENGAN KEBUDAYAAN LOKAL. MASYARAKAT LOKAL SEBAGAI PENYELENGGARA SANGAT
BANGGA DAN TERHORMAT APABILA DIKUNJUNGI WISATAWAN LOKAL, NASIONAL,
MAUPUN MANCANEGARA. DENGAN DEMIKIAN ADAT TRADISI BUDAYA YANG MEREKA
PERTAHANKAN DAN MEREKA LESTARIKAN MASIH TERJAGA DAN DISAKSIKAN
MASYARAKAT LOKAL DAN WISATAWAN, MENJADI SEBUAH TONTONAN YANG SANGAT
MEMBANGGAKAN. ADAT TRADISI DAN BUDAYA INI BAGIAN DARI PUNDI-PUNDI
KEBUDAYAAN NASIONAL YANG HARUS TETAP TETJAGA DAN TETAP LESTARI.
KABUPATEN BERAU SEJUTA PESONA, KABUPATEN BERAU ADALAH INDONESIA SEBENARNYA, KABUPATEN BERAU NEGERI DIATAS LANGIT
- TANGGAL 20 DESEMBER 2016 (HARI SELASA) DI MUSEUM BATIWAKKAL KAB. BERAU DI GUNUNG TABUR DIADAKAN PENGUKUHAN KESULTANAN GUNUNG TABUR OLEH KESULTANAN GUNUNG TABUR. ACARA MULAI PAGI SAMPAI DENGAN SELESAI.
- TANGGAL 22 DESEMBER 2016 (HARI KAMIS) DI KAMPUNG MALUANG KECAMATAN GUNUNG TABUR DIADAKAN ACARA TRADISI "MANGUATI KAMPUNG" DAN ULANG TAHUN KAMPUNG. UPACARA ADAT MANGUATI KAMPUNG ADALAH BAGIAN DARI TRADISI SUKU BANUA (BERAU). ACARA MULAI PAGI SAMPAI DENGAN SELESAI.
- TANGGAL 28 DESEMBER 2016 (HARI RABU) DI KAMPUNG TANJUNG BATU KECAMATAN PULAU DERAWAN DIADAKAN UPACARA ADAT "MAG JAMU" SEDEKAH LAUT, MENURUNKAN ATAU MELARUNG PERAHU LAYAR KUNING KE LAUT. TRADISI INI ADALAH TRADISI BUDAYA SUKU BAJAU YANG MENDIAMI PESISIR PANTAI KAMPUNG TANJUNG BATU. DILAKSANAKAN DI BALAI DESA, DILANJUTKAN DENGAN MELARUNG SEDEKAH LAUT DI LAUT TANJUNG BATU. ACARA DIMULAI TANGGAL 27 SAMPAI 28, MALAM, SUBUH, SAMPAI DENGAN SELESAI. ACARA MAG JAMU ATAU BAG JAMU ADALAH UPACARA ADAT TAHUNAN SUKU BAJAU DENGAN PARA PELAKU ADALAH KETUA ADAT BAJAU DAN TOKOH ADAT SUKU BAJAU DI TANJUNG BATU. SEKALIGUS DIADAKAN PENGOBATAN TRADISIONAL SUKU BAJAU.
- TANGGAL 29 DESEMBER 2016 (HARI KAMIS) DI KAMPUNG MERASA KECAMATAN KELAY DILAKSANAKAN EVENT TAHUNAN YANG DIKENAL DENGAN "PESTA MEJA PANJANG". ACARA MAKAN-MAKAN BERSAMA ATAU PESTA MAKAN BERSAMA INI DILAKSANA SELAMA BEBERAPA HARI SAMPAI DENGAN TAHUN BARU 2017. PENDUDUK KAMPUNG MERASA ADALAH SUKU DAYAK KENYAH.
- PERAYAAN MENYAMBUT TAHUN BARU 2017 DI KOTA TANJUNG REDEB. FOCUS PENGUNJUNG BERADA DI TEPIAN SUNGAI SEGAH JALAN JEND. A. YANI DAN JALAN PULAU DERAWAN. HOTEL DAN KAPE YG ADA DI KOTA TANJUNG REDEB DAN SEKITARNYA JUGA MENGADAKAN ACARA MENYAMBUT TAHUN BARU 2017. PASTI MERIAH BUANGEEEETTTTT........
- TANGGAL 2 JANUARI 2017 (HARI SENIN) DI BALAI ADAT KAMPUNG BENA BARU KECAMATAN SAMBALIUNG DIADAKAN ACARA PESTA NATAL DAN TAHUN BARU. ACARA DIMULAI JAM 08.00. DIMULAI DENGAN PAWAI BUDAYA KELILING KAMPUNG JAM 09.00, LANJUT JAM 10.00 PERSEMBAHAN TARI DAN MUSIK TRADISIONAL DAYAK KENYAH BADENG, JAM 13.00 SAMPAI DENGAN SELESAI ACARA PESTA MEJA PANJANG, PESTA MAKAN-MAKAN BERSAMA WARGA DAN WISATAWAN YANG HADIR DI BALAI ADAT.
KABUPATEN BERAU SEJUTA PESONA, KABUPATEN BERAU ADALAH INDONESIA SEBENARNYA, KABUPATEN BERAU NEGERI DIATAS LANGIT
Sabtu, 26 November 2016
PULAU KAKABAN PULAUNYA UBUR-UBUR ENDEMIK
PULAU
KAKABAN
DANAU
KAKABAN SYURGANYA UBUR-UBUR ENDEMIK
Oleh : Saprudin
Ithur
Adrenalin sang
pelancong yang hobi menikmati keindahan alam Indonesia yang luar biasa dari
jutaan destinasi wisata khususnya alam Bahari
Kabupaten Berau Kalimantan Timur yang di kenal dengan kepulauan Derawan yang
indah dan eksotik saat ini dikenal dengan Syurganya Para Pelancong, masih
dikawasan kepulauan Derawan mari kita jalan-jalan ke Pulau Kakaban. Sebelum
masuk ke Pulau Kakaban kita kenali lebih dahulu Kabupaten Berau secara utuh.
Kabupaten Berau
salah satu dari 9 Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur setelah 5 Kabupaten Kota
yang ada di Kaltim memisahkan diri menjadi Provinsi Kaltara. Kabupaten Berau
dengan luas wilayahnya34.127 Km2 atau 3.426.070 ha dengan luas Laut sekitar
1.222.988 ha. Kabupaten Berau berbatasan dengan Kaltara di sebelah Barat dan
Utara, Selat Makassar disebelah Timur, dan Kabupaten Kutai Timur disebelah
Selatan.
Kabupaten Berau
memiliki keindahan alam yang luar biasa, keindahan alam tersebut sudah ada
sedemikian rupa. Disamping itu Kabupaten Berau juga memiliki wisata budaya dan
wisata sejarah, serta memiliki gua-gua
gunung kars yang pernah didiami manusia sejak 3000 sampai 6000 tahun yang lalu.
Untuk datang kekawasan destinasi wisata dari kota Tanjung Redeb sangat mudah,
trasportasi darat, laut, dan sungai mudah didapat. Pelancong ingin datang ke
Kabupaten Berau telah dimanjakan dengan kemudahan trasportasi udara. Bandara
Kalimarau Kabupaten Berau sudah didarati pesawat besar boing 737 seperti
Sriwijaya, Wing Air, Garuda, dan Kalstar. Naik pesawat dari
Jakarta-Balikpapan-Berau, dari Bali-Balikpapan-Berau, dari
Surabaya-Balikpapan-Berau, dari Jojakarta-Balikpapan-Berau, dari
Makassar-Balikpapan-Berau, dari Samarinda-Berau, dari Tarakan-Berau. Jalan
darat bisa dari Malinau-Bulungan-Berau, dari Samarinda-Bontang-sangata-Berau.
Lewat laut dari Pilifina atau Kinabalu Malysia-Kepulauan Derawan/Maratua, dari
Balikpapan-Berau, dari Samarinda-Berau, dari Surabaya-Berau. Hotel, Penginapan,
losmen, Cotage, dan homestay sudah tersedia dikota maupun di destinasi wisata.
Jadi mau apa lagi…..ayo datang ke Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur
Indonesia.
Kawasan laut
Kabupaten Berau dikenal dengan kawasan wisata bahari yang indah dan eksotik
terdiri dari 31 pulau-pulau kecil, yaitu pulau Semut, pulau Andongabu, pulau
Bakungan, pulau Bulingisan, pulau Derawan, pulau Maratua, pulau Nunukan, pulau
Panjang, pulau Rabu-rabu, pulau Sangalaki, pulau Sangalan, pulau Sepinang,
pulau Semama, pulau Sidau, pulau Talaung, pulau Pabahanan, pulau Kakaban, pulau
Sambit, pulau Blambangan, pulau Mattaha, pulau Bilang-bilangan, pulau
Balikukup, pulau Kaniungan Besar, pulau Kaniungan Kecil, pulau Manimbora, pulau
Lungsuran Naga, pulau Guntung, pulau Lalawan, pulau Badak-badak, pulau Tidung,
dan pulau Tempurung. selain itu masih terdapat beberapa gosong atau gundukan
pulau pasir putih ditengah laut dan atol, seperti gosong Mangkalasa, gosong
Masimbung, gosong Buliulin, gosong Pinaka, gosong Tababinga, gosong Lintang,
gosong Muaras, dan gosong Malalungun. Dari 31 pulau tersebut diatas yang
berpenghuni hanya 4 pulau yaitu pulau Derawan, Pulau Maratua diwilayah utara,
Pulau Balikukup, dan Pulau Kaniungan Besar di wilayah selatan Kabupaten Berau.
Sedangkan Pulau-pulau yang sangat terkenal saat ini adalah Pulau Derawan, Pulau
Kakaban, Pulau Sangalaki, Pulau Maratua, pulau Samama dan pulau Panjang.
Mari
kita mulai mengenali lebih dekat Pulau Kakaban dan sekelilingnya dengan Danau
Ubur-ubur endemik yang tiada tara dimuka bumi.
Pulau Kakaban
dengan luas 774,20 ha adalah pulau batu yang sangat keras dikenal dengan kars.
Berkunjung ke Pulau Kakaban seolah mengunjungi “Jurassic Park” karena puluan Kakaban
yang tidak berpenghuni itu merupakan laguna dari sebuah atol purba yang
terangkat kepermukaan dan terbentuk dari karang lebih dari dua juta tahun lalu
(information of Tourism Destinations Berau Regency, Dibudpar Berau, 2013).
Disana terdapat gua-gua batu karang yang dimanfaatkan oleh burung-burung walet
sebagai rumah atau sarang, hasil proses geologis ribuan tahun serta danau yang
airnya tidak seasin air laut disekitarnya. Di Danau Kakaban hidup biota yang
biasa hidup ditemukan di air laut, seperti alga, anemon laut, 4 jenis ubur-ubur
yang tidak menyengat yang jumlah mencapai jutaan, spons, ketimun laut atau
teripang, kepiting dan berbagai jenis ikan kecil. Danau Kakan merupakan saudara
dari danau yang ada di mekronesia. Bedanya, jumlah dan jenis spesies biota yang
dikandung Danau Kakaban lebih beraneka ragam dan istimewa. Pulau Kakaban hanya
menjadi tempat kunjungan wisatawan dan tidak ada fasilitas penginapan dan rumah
makan. Kalau tempat menginap dan makan ada di Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Pengunjung atau wisatawan yang datang ke
Pulau Kakaban harus turut menjaga keaslian dan kelestarian pulau dengan tidak
membuang sampah kedalam danau atau di sekitar danau dan tidak mengganggu dan
merusak seluruh batu karang, semak belukar, pohon-pohon, burung-burng dan atau
apa saja yang ada di Pulau Kakaban. Pulau Kakaban adalah salah satu pulau
Korservasi Laut dan diusulkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia.
Danau ditengah
pulau batu karang seperti Danau Kakaban ada di Pulau Palau Mekronesia, selain
itu ada di Pulau Maratua, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Raja Ampat di Papua.
Diseluruh dunia hanya ada lima pulau kars batu karang yang memiliki danau
dengan kehidupan biota yang sangat unik dan luar biasa, empat diantaranya ada
di Indonesia dan hanya satu yang ada di luar negeri, diantara empat yang ada di
Indonesia, dua diantaranya ada di kawasan wisata bahari kebanggaan Kalimatan
Timur di Kabupaten Berau yaitu Danau
Pulau Kakaban dan Danau di Pulau Maratua. Oleh karena itu ngapain pergi
jauh-jauh keluar negeri, dinegeri sendiri tersedia tujuan wisata yang tiada tara
dan tiada duanya di dunia. Achk…….apa lagi yang dipikir…..ayo tamasya ke Pulau
Kakaban yang memiliki Danau dengan ubur-ubur endemik didalamnya.
Letak Danau Kakaban:
Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, sebuah pulau
kecil tak berpenghuni di pesisir timur Kalimantan. Posisinya sedikit di sebelah
utara Tanjung Mangkalihat, tegak lurus ke arah laut lepas dari muara
Sungai Berau. Pulau Kakaban memiliki panjang 6 km, lebar 2,5 km, dan luas
774,20 ha. Sedangkan Danau Kakaban memiliki panjang 2,6 km, lebar 1,5 km, luas
sekitar 390 ha dengan kedalaman maksimum 11 m. Secara administratif, pulau ini
termasuk dalam wilayah kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Bentuk pulau menyerupai angka 6 terbalik dan
didominasi oleh dataran karst berbukit kecil bahan induk dari batu kapur dengan
lapisan tanah permukaan yang dangkal (<10 cm). Memiliki jenis tanah dengan
top soil yang sangat dangkal. Vegetasi yang terdapat di dataran berbukit ini
cukup lebat namun secara ekologis tergolong sangat rapuh. Di Pulau Kakaban
terdapat hutan kapur seluas 695 ha dengan kondisi yang masih baik. Seluruh
pulau selain danau ditumbuhi hutan kayu dan semak belukar yang lebat. Masuk
kawasan Pulau Kakaban selain menikmati deburan ombak yang menghempas kepantai
dan batu karang, pantai Pulau Kakaban hanya kelihatan waktu air laut surut saja,
bisa menyelam disekitar pulau yang sedikit landai, batu kars berbukit-bukit yang ditumbuhi pohon-pohon
besar dan kecil seperti tracking dihutan kars, begitu. Baru kemudian berseda
gurau dengan jutaan ubur-ubur di Danau Kakaban. Di Danau selain bisa
berenang secara alami, juga bisa
snockling, dan menyelam atau diving sampai kedasar danau yang dalam maksimalnya
hanya 11 meter.
Padang
Lamun
Lamun atau dikenal seagrass
adalah tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri untuk hidup
terbenam di dalam laut. Lamun hidup di perairan dangkal pada substrat pasir,
lumpur, puing dan rataan terumbu pulau karang. Secara ekologis memiliki fungsi
penting bagi wilayah pesisir, yaitu :
1.
Sumber
utama produktivitas primer;
2.
Sumber
makanan bagi organism, misalnya penyu;
3.
Menstabilkan
dasar yang lunak;
4.
Tempat
berlindung organism dari predator;
5.
Tempat
pembesaran beberapa spesies ikan;
6.
Peredam
arus dan;
7.
Tudung
pelindung sinar panas matahari bagi penghuninya.
Parameter lingkungan utama yang
mempengaruhi pertumbuhan lamun adalah kecerahan dengan kedalaman kurang dari 10
meter, kisaran temperature optimum 28 – 30 derajat celcius. Disekitar Pulau
Kakaban terdapat padang lamun, padang lamun tersebut dapat ditemukan di sebelah
barat pulau yang mempunyai pantas relative landai dengan tutupan hampir rata,
sekitar 5 %.
Terumbu
Karang
Terumbu karang merupakan
ekosistem khas yang terdapat didaerah tropis. Meskipun terumbu karang ditemukan
di seluruh perairan dunia, tetapi hanya di daerah tropis terumbu karang dapat
berkembang dengan baik. Didunia terdapat dua kelompok karang yaitu karang
hermatifik dan karang ahermatifik. Perbedaan kedua jenis kelompok batu karang
ini terletak pada kemampuan karang hermatifik didalam menghasilkan terumbu.
Kemampuan dalam menghasilkan terumbu tersebut disebabkan oleh adanya sel-sel
tumbuhan yang berseimbiosis didalan jaringa hermatifik. Sel-sel tumbuhan ini
dinamakan zooxanthellae. Terumbu karang disekeliling Pulau Kakaban mempunyai
tutupan rata-rata 27,12 % untuk karang keras dan 33,96 % untuk karang hidup.
Cetacean
dan Manta Rays
Cetacean adalah nama kelompok
bagi paus (whale) dan lumba-lumba (dolphin). Perairan Kawasan Konservasi Laut
(KKL) Berau sebagai bagian dari selat Makassar merupakan koridor migrasi
cetacean. Selain itu cetacien juga banyak ditemukan menetap dikawasan ini.
Spesies yang mempunyai kemampuan migrasi sangat jauh adalah Sperm Whale dewasa
yang hidup di lintang tinggi dan bermigrasi ke Indonesia lewat Selat Makassar
untuk beranak ditempat yang hangat. Hasil survey pada Oktober 2003 dari April
sampai dengan Mei 2004 dietemukan lebih
856 individu cetacean terdiri dari 10 spesies yang melintasi kisaran Pulau
Maratua dan Pulau Kakaban. Sebagian besar individu ditemukan antara 1-2 mil
dari pulau dengan kedalaman 200 m, tepatnya perairan sebelah timur Pulau
Maratua dan Timur Kakaban (Maratua Canyon) cukup luas dan dalam. Keberadaan
lumba-lumba (spinner, spotted dan bottlenose dolphin) cukup tinggi sebelah
timur dan barat Pulau Kakaban. Diidikasikan perairan sekitar Kakaban merupakan
habitat untuk spinner, spotted, dan bottlenose dolphin. Sedangkan Manta Ray di
Kakaban adalah hanya menjadi lintasan sesekali saja, tempat bermain diluar kerumunan,
sedangkan pusat wilayahnya ada di sekitar Pulau Sangalaki yang tidak terlalu
jauh dari Pulau Kakaban. Begitu pula dengan penyu tidak menjadikan Pulau
Kakaban sebagai tempat bertelur karena sekeliling pulau Kakaban adalah batu
karang keras bukan pasir seperti Pulau Sangalaki atau Pulau Derawan. Namun
sekitar Pulau Kakaban ada tempat tertentu yang tidak berbeda dengan sekitar
Pulau Maratu yang dijadikan oleh kawanan penyu hijau tempat bermain, tempat
makan dan tempat kawin.
Ubur-ubur
Endemik
Ubur-ubur yang
ditemukan di Danau Kakaban merupakan ubur-ubur endemik. Danau yang terisolasi
selama ribuan tahun ini hanya dihubungkan dengan saluran bawah air, seperti gua
dan terowongan (channel). Limpasan air karena pengaruh pasang surut sangat
kecil. Karena kondisi yang terisolasi tersebut, maka banyak terdapat flora dan
fauna endemik hidup dalam danau. Kolam air danau dipenuhi dengan ubur-ubur yang
tidak menyengat, yang terdiri dari 4 genera yang berbeda yaitu : 1) Mastiglas;
2) Cassiopela; 3) Aurelia dan; 4) Tripedelia. Taxa lain yang terdapat melimpah
di danau Kakaban, antara lain Alga (halimedia dan caulerpa), Anthozoa
asteroidean, Tunicate, Porifera dan, Molluska (Buku Saku Kawasan Konservasi
Perairan Kabupaten Berau, 2009).
Karakteristik unik Pulau Kakaban
adalah karena hewan herbivore bertulang belakang ditemukan sangat sedikit, hanya
herbivora makroinvertebrata. Oleh karena itu isolasi geografis dari danau
tersebut, maka flora dan fauna sangat
berbeda dengan perairan laut Pulau Kakaban. Kondisi yang unik tersebut adalah
pergerakan plankton, partikel organik terlarut, sedimen dan nutrient oleh arus
yang sangat terbatas. Dengan kata lain, transport material seperti detritus
dari sumber terrestrial dan hutan mangrove di Pulau Kakaban hanya karena hujan.
Akibatnya fauna yang terdapat di danau laut tersebut telah beradaptasi secara khusus
dalam menerima sumber karbon mereka. Sebagai contoh sea anemone yang merupakan
pemangsa satu-satunya ubur-ubur yang terdapat di Danau Kakaban.
Untuk berkunjung ke Pulau Kakaban
sangat mudah, dari Balikpapan menuju Berau bisa naik pesawat Garuda, Sriwijaya,
Wing Air, dan Kalstar, setiap hari dua kali penerbangan. Dari samarinda dan
Tarakan bisa naik pesawat Kalstar, atau jalan darat dari Samarinda, dari
Bontang, dari Kutai Timur, dari Malinau, dari Bulungan menuju Berau langsung
menuju Tanjung Batu. Dari Tanjung Batu menuju Pulau Kakaban banyak kendaraan
laut speedboat, silahkan negosiasi harga sesuai dengan kemampuan dan besarnya
speedboat yang dipakai. Mudah sekali kok untuk datang ke Pulau Kakaban Pulau
Syurganya ubur-ubur endemik yang sangat langka di dunia.
PULAU DERAWAN SYURGANYA PELANCONG
PULAU DERAWAN PULAU SYURGANYA PELANCONG
Saprudin Ithur
Kabupaten Berau salah satu dari 9 Kabupaten/Kota di
Kalimantan Timur dengan luas wilayahnya 3.426.070 ha dengan luas Laut sekitar
1.222.988 ha. Kabupaten Berau berbatasan dengan Kaltara di sebelah barat dan
utara, Selat Makassar disebelah Timur, dan Kabupaten Kutai Timur disebelah
Selatan.
Kawasan laut Kabupaten Berau dikenal dengan kawasan
wisata bahari yang indah dan eksotik terdiri dari 31 pulau-pulau kecil, yaitu
pulau Semut, pulau Andongabu, pulau Bakungan, pulau Bulingisan, pulau Derawan,
pulau Maratua, pulau Nunukan, pulau Panjang, pulau Rabu-rabu, pulau Sangalaki,
pulau Sangalan, pulau Sepinang, pulau Semama, pulau Sidau, pulau Talaung, pulau
Pabahanan, pulau Kakaban, pulau Sambit, pulau Blambangan, pulau Mattaha, pulau
Bilang-bilangan, pulau Balikukup, pulau Kaniungan Besar, pulau Kaniungan Kecil,
pulau Manimbora, pulau Lungsuran Naga, pulau Guntung, pulau Lalawan, pulau
Badak-badak, pulau Tidung, dan pulau Tempurung. selain itu masih terdapat
beberapa gosong atau gundukan pulau pasir putih ditengah laut dan atol, seperti
gosong Mangkalasa, gosong Masimbung, gosong Buliulin, gosong Pinaka, gosong
Tababinga, gosong Lintang, gosong Muaras, dan gosong Malalungun. Dari 31 pulau
tersebut diatas yang berpenghuni hanya 4 pulau yaitu pulau Derawan, Pulau Maratua
diwilayah utara, Pulau Balikukup, dan Pulau Kaniungan Besar di wilayah selatan
Kabupaten Berau. Sedangkan Pulau-pulau yang sangat terkenal saat ini adalah
Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, Pulau Maratua, pulau Samama,
diselatan ada Pulau Balikukup dan Pulau Kaniungan.
Sekarang kita mulai berbicara pulau Derawan lebih
dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pulau-pulau lain yang sangat indah dan
mendunia. Pulau Derawan adalah pulau yang sangat indah, penduduknya ramah,
berkeliling pulau Derawan dengan berjalan kaki hanya memakan waktu 30 sapai 45
menit. Disekitar pulau Derawan dapat melakukan kegiatan berenang, snockling dan
menyelam atau diving. Bawah lautnya waw… sangat indah dengan ratusan jenis
terumbu karang, dan ikan-ikan
warna-warni. Hasil survei Manta Tow 2003 menunjukkan bahwa terumbu
karang di Pulau Derawan mempunyai tutupan rata-rata karang keras 17, 41 % dan
tutupan rata-rata karang hidup 27,78%. Di pulau Derawan terdapat enam spesies
lamun yang dapat ditemukan disekeliling pulau, yaitu Thalasia hemprichii,
Halodule uninervis, Halophila ovalis, Cyamodocea rotundata, Syringodium
isoetifolium, dan Halodule pinifolia dengan jenis dominan Thalasia hemprichii
dan Halophila ovalis. Survei yang dilakukan oleh Naturalis Museum Leiden 2003, survei
terhadap karang jamur (mushroom coral) menyebutkan diperairan Berau menemukan
40 spesies karang jamur. Keanekaragaman karang jamur paling tinggi ditemukan di
lereng terumbu, terutama di pulau Derawan dan pulau Sangalaki. Hoeksema (2005) menyatakan bahwa perairan Konservasi Kawasan
Laut Berau merupakan pusat dari keanekaragaman hayati untuk karang jamur. Ikan
karang yang ada diperairan laut Berau terdapat 832 spesies yang terbagi dalam
272 genera dan 71 famili. Tambahan baru 40 spesies, 16 genera dan 6 famili
sehingga total 872 spesies ikan karang (Allen, 2003), yang pasti anda berenang
kemana saja di sekitar pulau Derawan selalu bertemu dengan ikan dari ikan yang
besar sampai dengan ikan terkecil yang hampir tidak bisa dilihat oleh mata
telanjang.
Penyu hijau setiap saat air pasang berkeliaran sampai
mendekati bibir pantai, bagi yang pandai berenang, boleh berenang dan mendekati
penyu yang lucu dan menggemaskan, tidak bisa berenang bisa menyaksikan
dijembatan-jemabatan penginapan yang menjorok ke laut. Berau merupakanj tempat
penyu hijau bersarang terbesar di Asia Tenggara. Populasi penyu hijau (green
turtle) yang bersarang lebih 5.000 penyu betina per tahun. Wah…wah..luar biasa
Kabupaten Berau lho. Selain penyu hijau juga ada penyu sisik (hawksbill turtle),
diantara sekian banyak pulau peneluran penyu di perairan Kabupaten Berau adalah
salah satunya pulau Derawan.
Ingin belajar dan mendapatkan sertifikat diving tidak
perlu keluar negeri, cukup di Pulau Derawan saja. Instruktur diving yang ada di
Pulau Derawan sudah bersertifikat internasional. Untuk tempat tinggal atau
menginap jangan khawatir ada cotage, penginapan, dan homestay. Apabila sudah
penuh di pulau Derawan bisa menginap di Tanjung Batu, atau sekalian menginap di
Pulau Maratua. Bagi yang ingin mancing dan hobi mancing, sekitar pulau Derawan
adalah syurganya jutaan ikan.
Kapal-kapal kecil milik masyarakat yang ada di Tanjung Batu, Pulau Derawan, dan
Maratua siap mengantar para penyuka mancing.
Pada tahun 2013
Pantai Pulau Derawan menjadi salah satu
pulau dengan pantai terindah didunia
versi CNN (dari 100 pantai terindah di dunia), Pantai Derawan masuk urutan 64
dari ratusan ribu pantai didunia yang disurvei dan dinilai, dan tahun 2014 dari
Majalah Nasional Geografik Pulau Derawan sebagi tujuan wisata yang terbaik.
Luas Pulau Derawan hanya 44,60 ha. Bagi
yang ingin datang ke Pulau Derawan sangat mudah, dari Balikpapan bisa naik
pesawat Sriwijaya air, Wing air, Garuda, atau Kalstar, dari Samarinda bisa naik
pesawat Kalstar atau alternatif lain melalui jalan darat, dari Tarakan bisa
naik pesawat Kalstar sampai di bandara Kalimarau Kabupaten Berau, dari
Bulungan, Malinau Kutai Timur menggunakan jalur darat lansung kekota Tanjung
Redeb. Dari sana dilanjutkan naik mobil
selama dua jam sampai di Tanjung Batu, lalu menyeberang pakai spedboat
hanya lima belas menit sampai di Pualau Derawan.
Ayo jaga Pulau Derawan.
Pulau Derawan sebagai tempat tujuan wisata yang
terbaik saat ini harus dijaga agar tetap menjadi tempat tujuan wisata bahari terbaik
selamanya. Maksudnya bukan sekedar beberapa tahun saja, kemudian ditinggalkan dan tidak ada pengunjung lagi.
Para pengunjung pindah kelain hati. Untuk itu masyarakat Kabupaten Berau
umumnya dan masyarakat sekitar Pulau Derawan pada khusunya harus bertanggung jawab
untuk memelihara, menjaga, dan melestarikan kawasan Pulau Derawan. Ayo kita
jaga Pulau Derawan bersama-sama.
1. Masyarakat Pulau Derawan, Tanjung Batu dan
sekitarnya harus menjadi tuan rumah yang baik didaerahnya masing-masing. Lalu
secara sadar terpanggil serta berkewajiban menjaga kawasan pantai dan laut
Tanjung Batu, menjaga kawasan laut dan pantai Pulau Derawan. Menjaga
kebersihannya, menjaga dan mengawasi perkembangan penyu serta habitatnya, menjaga
kawasan terumbu karang dan lain-lain. Sepanjang wisatawan datang kekawasan
tersebut, mobil milik masyarakat mendapat hasil, speadboat Tanjung Batu dan
Pulau Derawan mendapat hasil, penginapan di Tanjung Batu dan Pulau Derawan
mendapat hasil. Kapal-kapal kecil untuk membawa para penggemar mancing mendapat
hasil. Tetapi sebaliknya apabila tidak dijaga dengan baik kawasan laut, pantai
dan sekitarnya. Laut kotor penuh dengan sampah, pantai kotor penuh dengan
sampah, masyarakat tidak perduli dengan keadaan lingkungannya, yang terjadi
pasti lambat laun kawasan Pulau Derawan akan ditinggalkan pengunjung. Pada masa
yang akan datang kawasan Pulau Derawan hanya tinggal kenangan, hanya tinggal
ceritera, hotel dan penginapan jadi sarang laba-laba. Sudah banyak contoh pulau
terkenal didunia yang ditinggal pengunjung dan pencintanya.
2. Pemerintah Kabupaten Berau secara terus menerus
memonitor perkembangan kunjungan wisata setiap tiga bulan sekali, dan
mengevaluasi akibat dari banyaknya pengunjung yang datang kekawasan tersebut. Misalnya,
Dinas Perikanan dan Kelautan memonitor dan mengevaluasi dampak kunjungan wisata
terhadap laut, pantai, pulau dan habitatnya, Dinas Kehutanan memonitor dan
mengevaluasi keberadaan hutan dan kehidupan burung-burung yang ada disana,
Badan Lingkungan Hidup memonitor dan mengevaluasi dampak dari perkembangan
penduduk dan rumah penduduk, penginapan, hotel, serta akibat dari membeludaknya
sampah yang ditinggalkan wisatawan, Kantor Kebersihan mengupayakan bagaimana
cara yang terbaik dan murah untuk mengangkut atau memusnahkan sampah basah dan
sampah kering, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mendorong kebudayaan lokal tetap
bisa hidup, lestari, dan dipertunjukkan kepada pengunjung sebagai upaya
mempertinggi nilai jual wisata dan sekaligus pilter berkembangnya budaya baru
yang masuk kekawasan tersebut, serta memonitor dan mengevaluasi dampak
kunjungan wisata terhadap tempat-tempat yang favorit dan menarik bagi wisatawan,
kepolisian secara terus menerus melakukan pengawasan dan pengamanan agar
wisatawan yang datang selalu merasa aman dan nyaman di kawasan Pulau Derawan
dan sekitarnya.
3. Speadboat yang datang dari Tarakan dan kota-kota
lain tidak boleh lagi masuk ke Kawasan Pulau Derawan, mereka mengantar
wisatawan sampai di Tanjung Batu saja, yang melanjutkan ke Pulau Derawan dan
sekitar harus speatboat dan motoris Tanjung Batu atau dari Pulau Derawan yang
paham benar dengan kawasan Pulau Derawan. Agar kedatangan speadboat mereka
tidak mengganggu kehidupan dan habitat penyu hijau, penyu sisik, manta ray dan
lain-lain. Karena banyak ditemukan penyu dan manta ray yang luka dan robek
punggungnya terkena baling-baling atau kipas speadboat yang melaju kencang.
Penyu strees lari sejauh-jauhnya dan ada yang mati, manta strees dan ketakutan
lari sejauh-jauhnya mencari tempat baru yang aman, nyaman, dan tenang. Yang dirugikan
lagi-lagi masyarakat Pulau Derawan, Tanjung Batu dan sekitarnya secara umum
yang dirugikan adalah Kabupaten Berau. Speadboat dari Tarakan, travel dari
Tarakan tidak akan perduli dengan kawasan Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau
Kakaban, Pulau Sangalaki dan lain-lain, mereka hanya mencari keuntungan saja.
Soal kerusakan kawasan, rusaknya habitat laut dikawasan tersebut mereka tidak
mau tahu. Mereka menerima tamu langsung antar ke Pulau Derawan dan sekitarnya,
dua hari kemudian pulang dengan bangga dan pongahnya. Yang terjadi akhir-akhir
ini banyak ubur-ubur di Danau Kakaban yang mati, berkurangnya manta dikawasan
Pulau Sangalaki, menurunnya penyu hijau yang datang ke Pulau Derawan. Yang bisa
mengatur kedatangan travel dan speadboat dari Tarakan adalah Angkatan Laut,
Kepolisian, dan Dinas Perhubungan bekerjasa sama dengan SKPD lain yang terkait,
tujuanya hanya semata-mata menjaga kelangsungan wilayah kunjungan wisata agar
tetap terjaga dan lestari.
4. Apakah akibat dari speadboat dari Tarakan saja
sebagai penyebabnya, tentu saja tidak. Pemilik dan motoris speadboat Tanjung
Batu dan Pulau Derawan harus lebih dahulu memahami betapa pentingnya menjaga
habitat penyu, kawasan laut, dan kawasan Pulau Derawan. Begitu mendekati Pulau
Derawan kendaraan laut seperti kapal dan speadboat sudah memperlambat
kecepatan. Tidak boleh laju, motoris harus waspada jangan sampai menabrak,
penyu, manta dan semua binatang yang hidup dilaut. Lalu sampaikan kepada
penumpang “ maaf bapak ibu semua, kita tidak boleh membawa speadboat dengan laju
saat mendekati Pulau Derawan, karena: pertama,
laut menjadi bising, ikan dan penyu disekitar ini menjadi strees dan lari dari
kawasan Pulau Derawan; kedua,
mengganggu ketenangan orang-orang yang lagi snockling dan menyelam disekitar
Pulau Derawan; ketiga, bisa menabrak
orang-orang yang lagi asik berenang atau belajar menyelam. Ketika didalam laut,
saat menyelam, suara speadboat yang laju kencang sangat bising, mengganggu
gendang telinga, dan mengganggu ketenangan para penyelam. Kita harus
menghormati wisatawan agar pengunjung terus berdatangan kekawasan ini”. Setiap
membawa penumpang, motoris harus menceriterakan hal tersebut. Agar pengunjung
merasa menghormati, mencintai, dan ikut
menjaga kawasan Pulau Derawan.
5. Semua kendaraan laut seperti speadboat, kapal
besar, kapal nelayan tidak boleh membuang minyak solar, oli dan sejenisnya ke
pantai dan kelaut, karena minyak solar, bensin, oli akan mencemari pantai dan
laut. Lambat laut akibatnya pencemaran tersebut menjadi fatal, merusak
permukaan laut. Semua makhluk yang hidup dilaut bernafas kepermukaan laut,
akibatnya terisap cairan minyak solar, oli dan lain-lain. Makhluk yang hidup
dilaut akan mati, strees, atau lari berpindah ketempat lain yang jauh yang
masih belum tercemar. Sedangkan Ikan yang sudah tercemar berakibat patal
apabila dikonsumsi secara terus menerus oleh manusia. Kalau sudah pantai rusak
dan tercemar, laut rusak dan tercemar akibat dan dampaknya pasti kepada
kunjungan wisata, menurunnya kunjungan wisata. Dampaknya kepada masyarakat
sekitar. Tidak ada lagi yang bisa dihasilkan dari laut yang sudah tercemar.
6. Hentikan menangkap ikan dengan menggunakan bom dan
potas atau sejenisnya. Para pelaku yang menangkap ikan masih dengan cara
menggunkan bom dan potas atau sejenis itu harus ditangkap dan diadili, karena
dengan jelas-jelas melanggar peraturan dan hukum negara Republik Indonesia.
Dengan menggunkan bom, potas dan sejenisnya sangat merusak. Merusak alam,
merusak habitat laut, merusak spesies ikan, merusak terumbu karang, untuk
memulihkan kembali butuh waktu cukup lama sampai dua puluhan tahun. Membayakan
bagi pelakunya sendiri. Tentu perbuatannya tersebut sangat merugikan bagi orang
lain, bagi masyarakat banyak, dan bagi negara. Ikan yang terkena bom tidak baik
untuk dikonsumsi manusia, apalagi anak yang masih balita. Artinya pelaku bom
ikan sangat berdosa, berdosa besar, karena merugikan orang lain, merusak alam,
manusia yang menkonsumsi terkena radiasi berbahaya.
Ayo….Jadikan kawasan Pulau Derawan sebagai tempat
kunjungan wisata yang lestari, sehat, segar, aman, dan nyaman serta penuh
dengan kenangan indah. Mari kita bahu membahu untuk menjaganya, untuk
kelangsungan hidup manusia sepanjang masa. Ayo semua kita bersama “Sayangi
Kawasan Kepulauan Derawan dengan tidak meninggalkan sampah dimanapun anda
berada”.
Cintai Negerimu, Jelajahi Negerimu, Ayo Tamasya ke
pulau Derawan, pulau eksotik, pulau syurganya pelancong, pulau syurga yang mendunia.
MERABU DESA PENINGGALAN PRASEJARAH
DESTINASI WISATA PENINGGALAN PRASEJARAH DESA MERABU
Kabupaten Berau
sangat kaya dengan destinasi wisatanya. Didaerah laut dikenal dengan destinasi
wisata Bahari yang didukung oleh 33 pulau yang indah dan menawan. Laut yang luas tidak kurang dari satu juta tiga
ratus hektar lebih dilintasi ratusan jenis ikan kecil sampai ikan yang sangat
besar. ikan-ikan besar itu antara lain ikan lumba-lumba, beberapa jenis ikan
paus raksasa, manta, dan penyu hijau. Dasar lautnya dihiasi berbagai jenis
terumbu karang yang elok dan menawan, jutaan ubur-ubur endemic di danau pulau kakaban, memiliki pantai pasir putih, hutan mangrove
yang subur, didukung dengan masyarakat Bajau yang ramah dengan kebudayaannya
yang masih kental dan lestari. Begitu pula dengan pedalamannya, sungainya masih
asri, di sepanjang aliran sungai tampak elok, rupawan. Air yang deras
menghantam tebing dan batu hitam menyanyikan lagu Mengenai suku Punan dan
nyanyian Jiek Dayak Ga’ai, hulu-hulu sungai memiliki keindahan tetapi juga
menantang dengan jeram-jeram yang dihiasi batu sekeras baja, batu itu menyembul
kepermukaan. Semua dengan keunikannya, semua dengan ceriteranya masing-masing.
Sepanjang
aliran sungai Kelay memiliki ratusan anak sungai. Anak sungai Kelay yang besar
antara lain sungai Inaran, sungai Lesan dan sungai Long Gie. Didalam sungai
Lesan juga banyak anak sungai didalamnya. Anak sungai Lesan yang paling indah
dan eksotik adalah sungai Nyadeng di Kampung Merabu. Sungai Nyadeng tidak panjang,
panjangnya kurang lebih empat ratus meter saja.
Berbicara kebudayaan
disepanjang sungai Kelay, tentu tak tertandingkan. Ada budaya suku Dayak Ga’ai di Kampung Tumbit
Dayak, di Kampung Long Lanuk, dan Kampung Lesan Dayak. Budaya suku Dayak Lebbo
ada di Kampung Inaran, Kampung Merapun, Kampung Merabu, Kampung Mapulu dan Kampung
Panaan. Budaya suku Dayak Punan di Kampung Long Gie atau Long Beliu, di Kampung Long Boy dan terus masuk kehulu sungai
Kelay. Kebudayaan suku Dayak Kenyah di
Kampung Bena Baru, di Kampung Nyapa Indah, Kampung Merasa, dan Kampung Long Gie.
Semuanya masih kental dan bersatu dengan
alam, dalam kehidupan sehari-hari suku Dayak masih mempertahankan cara berkebun
tradisional, menanam padi gunung, berburu, memanjat madu, berperahu, dan melaksanakan
upacara adat.
Peninggalan
sejarah dan purbakala, kuburan dalam liang yang dikenal dengan Lungun masih
tersimpan di gua-gua yang ada di pegunungan Kars Merabu, Pegunungan Kars
Merasa, Pegunungan kars Nyapa, dan pegunungan kars Suaran.
Kali ini
mari kita lebih mengenali kawasan Karts Kampung Merabu yang sangat bagus dan
luar biasa. Mau ke Merabu mengunjungi budaya Masyarakat Kampung Merabu, ke Sungai
Green Nyadeng, kepuncak gunung Ketepu melihat matahari terbit dan matahari
terbenam, dan ke Gua Pra Sejarah yang sudah berusia lebih sepuluh ribu tahun. Dating
dari luar Kabupaten Berau bisa naik pesawat dari :
1) Jakarta-Balikpapan-Berau;
2) Bali-Balikpapan-Berau;
3) Jogjakarta-Balikpapan-Berau;
4) Semarang-Balikpapan-Berau;
5) Solo-Balikpapan-Berau;
6) Surabaya-Balikpapan-Berau;
7) Makasar-Balikpapan-Berau.
2) Bali-Balikpapan-Berau;
3) Jogjakarta-Balikpapan-Berau;
4) Semarang-Balikpapan-Berau;
5) Solo-Balikpapan-Berau;
6) Surabaya-Balikpapan-Berau;
7) Makasar-Balikpapan-Berau.
Sampai di
Berau turun di bandara Kalimarau, dari sana menuju Ibu kota Kabupaten Berau kota Tanjung Redeb hanya
Sembilan kilometer saja. Di Kota Tanjung Redeb tersedia penginapan yang sangat
murah sampai hotel yang harganya satu jutaan permalam, tersedia kuliner, restoran,
rumah makan, toko, pasar, tempat bersantai waktu malam, travel, dan mobil untuk
mengantar pelancong sampai ketujuan.
Dari kota
Tanjung Redeb menuju Kampung Merabu naik mobil selama 3-4 jam melalui jalur
jalan yang sangat menantang dan ekstrim. Dari Kota Tanjung Redeb menuju Merabu
ditempuh dengan jalan darat 135 km. Jarak dari kota Tanjung Redeb sampai
persimpangan menuju kampung Muara Lesan 80 km, dari persimpangan tersebut sampai
kampung Muara Lesan (sungai kelay) 20 km, dari kampung Muara Lesan sampai Kampung
Merabu 35 km. Disarankan bagi pengunjung untuk menggunakan mobil doble gardan,
sebab jalan waktu hujan sangat licin. Sewa mobil untuk dua hari Rp 3.000.000,
diantar saja Rp 1.500.000 - Rp. 2.000.000 atau dijemput saja juga Rp.
2.000.000, tergantung negosiasi dengan pemilik mobil/rental. Menyebrang sungai
Kelay menggunakan kapal dengan biaya Rp. 100.000 sekali menyeberang.
A. SUNGAI
GREEN NYADENG DAN PUNCAK KETEPU
Sungai
Nyadeng kami beri nama dengan SUNGAI GREEN NYADENG atau lebih keren kami namai
Nyadeng Green River. Sungai itu warnanya hijau/green, menawan, unik, aneh,
segar, dan airnya dingin. Untuk mandi dan berendam sangat nyaman dan segar, air
sungai green Nyadeng membuat awet muda. Kata tokoh Adat Kampung Merabu “ Bapak
Ibu yang mencucui muka di sungai bikin waet muda, apalagi mandi dan berendam
didalamnya lebih bagus lagi”. Yah, kalau mandi pasti basah semua, maka
bermanfaat buat seluruh tubuh, seger, sehaaattt. Wah wah wah….kalau begitu ayo
segera kesana, mandi, berendam, dan menyelam sekalian supaya tubuh awet muda…begitukan….he…he…he…
Ujung sungai
masuk kedalam batu menukik kebawah
menusuk kedalam bumi, dalamnya hamper lima puluh meter. Air Sungai Green
Nyadeng keluar dari dalam batu gunung kars, itulah penyebabnya membuat warna
air menjadi hijau. Panjang sungai nyadeng tidak kurang dari empat ratus meter,
lalu masuk dan menyatu ke sungai Lesan. Sungai Nyadeng adalah anak sungai Lesan,
sungai Lesan adalah anak sungai Kelai, sungai Kelai adalah cabang sungai Berau
seterusnya masuk kelaut.
Untuk
menuju Nyadeng Green River membutuhkan waktu tiga puluh sampai empat puluh lima
menit. Lebih lama apabila air surut atau kering, perahu harus dibantu didorong.
Sehabis hujan air sungai dalam, perahu melaju lebih lancar dan lebih cepat.
Dari Kampung Merabu naik perahu Ketinting muat empat sampai lima orang, lalu
dilanjutkan dengan berjalan kaki. Biaya sebuah perahu serratus ribu rupiah.
Motoris langsung menjadi pemandu menuju sungai Nyadeng. Berjalan kaki melintasi bukit-bukit kecil
dengan hiasan hutan yang masih utuh dan perawan, hati-hati sepanjang jalan
banyak batu yang menonjol dan tajam. Ketika angin sepoi mendorong daun-daun
pohon besar dan tinggi, daun kering terlepas dan jatuh berhamburan bersama
bunga berwarna merah dan putih, dan buah pohon kapur yang gugur berputar
seperti kincir angin melayang jatuh satu persatu kedasar bumi. Buah kayu Ulin
yang besar dan berat jatuh dari ketinggian melintasi daun ranting sampai
ditanah, karena beratnya buah ulin itu menancap ketanah lebih separo masuk dan
terkubur. Pohon-pohon besar menghiasi sepanjang jalan, sesekali terdengar
patahan ranting dari kejauhan. Kepakan sayap burung banyak terdengar, lari meninggalkan
tempatnya karena merasa terusik oleh berisik dan suara gaduh manusia berjalan
mendekati tempat mereka yang asyik memadu kasih. Teriakan uat-uat dipucuk pohon
terdengar bersahutan, sesekali juga terdengar teriakan orang utan dan macan
dahan dari kejauhan. Mungkin naluri mereka mengetahui ada rombongan yang datang
memasuki wilayah mereka yang masih lestari. Macan dahan dinamai orang Berau Rimaung Daan, sedangkan Beruk orang
Berau menyebutnya Bangkui. Oleh
karena itu bela diri asli Berau dikenal dengan nama Kuntau Bangkui.
Dari
Nyadeng Green River bisa dilanjutkan perjalanan menuju Puncak Ketepu. Kalau
tidak kesana, maka langsung kembali kekampung Merabu. Menuju Puncak gunung
Ketepu yang indah itu membutuhkan waktu tidak kurang tiga jam berjalan kaki,
sepanjang jalan menanjak terus menerus. Tetapi tidak perlu khawatir, menuju
puncak Ketepu walaupun terus naik menuju puncak, masih ada tempat-tempat untuk
santai dan istirahat. Artinya tiga jam perjalanan dilakukan dengan santai tapi
pasti dan yakinlah pasti bisa dan sampai kepuncak Ketepu. Selelah apapun,
begitu sampai di Puncak Ketepu, pasti puas dan rasa lelah yang luar biasa itu
hilang seketika. Dari sana pemandangan sangat indah, pucuk-pucuk pohon ada jauh
dibawah sana. Diapucuk-pucuk pohon dihiasi dengan awan putih yang ber
karang-karang atau bertumpuk-tumpuk disana sini berhamburan. Sebagian lagi
berkumpul memanjang dan melebar. Dari puncak Ketepu boleh melihat matahari
terbit dan melihat matahari terbenam.
Nyanyian
unggas begitu riang ditingkahi suara kereriang hutan warna hijau. Kereriang
bersuara sangat nyaring dan tajam, padahal binatangnya hanya sebesar ujung
telunjuk jari saja. Begitu ia terbang kecepatan sangat luar biasa, hanya dalam
waktu detik saja sudah menghilang disela-sela pohon-pohon. Dilain tempat
terdengar suara teriakan burung enggang juga sangat unik. Burung enggang
bersuara biasanya saat menjelang terbang saja. Sebelum terbang ia mulai
bersuara putus-putus, kuk….kuk…kuk….kuk….kuk. suara itu semakin cepat, begitu
suaranya keras, pecah dan sangat cepat pertanda ia mulai terbang meninggalkan
tempatnya semula. Wah…wah…wah….
Menuju
Puncak Ketupu bisa pulang pergi, yang penting berangkatnya pagi-pagi sekali,
sore sudah bisa pulang. Tetapi apabila ingin menikmati matahari terbit dan
matahari terbenam harus bermalam di Puncak Ketepu. Disana bisa menggerai kemah
untuk tempat beristirahat. Sebenarnya kalau tidak hujan di Puncak Ketepu tidak
perlu pakai kemah, terbuka saja lebih nyaman, sembari menikmati birunya langit
yang dihiasi awan dan bintang gemintang, tetapi untuk menjaga kemungkinan
datangnya hujan sebaiknya pasang kemah.
Kalau
bermalam di Puncak Ketepu sebaiknya persiapan harus lebih lengkap dan matang,
yang dijaga tentu apabila datang hujan secara tiba-tiba. Kemah atau tenda
sangat penting, yang berikut makanan harus disiapkan lengkap dengan alat
memasaknya. Pakaian juga harus bawa untuk ganti, dalam perjalanan menuju Puncak
Ketepu pakaian basah kuyup oleh keringat. Untuk menghindari sakit, pakaian yang
sudah basah oleh keringat dan kotor tersebut harus diganti, tambahan bawa jaket
yang tebal. Jaket dibutuhkan apabila datang hujan dan angin kencang. Waktu
hujan kencang sedikit sulit turun menyeusuri jalan yang licin, apalagi pulang
waktu malam dibutuhkan alat penerangan yang memadai.
B. GUA
PRASEJARAH
Untuk bermalam
di Kampung Merabu, ada beberapa rumah panggung milik masyarakat yang sudah siap.
Seperti rumah pa Asrani, misalnya sudah siap menerima kedatangan pengunjung.
Sekedar untuk diketahui rumah panggungnya sederhana, tetapi layak untuk tempat
tidur dan bersih. Makan, mereka juga siap untuk menyuguhkan makanan sederhana,
harap dimaklum namanya juga dipedalaman yang jauh sekali dari kota, tentu serba
terbatas. Apabila tersedia anggaran lebih, sebaik membawa makanan seperti
makanan ringan, mie instan, dan ikan kaleng. Bagi yang muslim, sebaiknya
memberi tahu kepada tuan rumah agar menggunakan tukang masak yang muslim. Mereka
sudah paham, dijamin tidak ada masalah. Biaya menginap dan masak silahkan anda
bernegosiasi dengan harga yang pantas, tidak merugikan pemilik rumah. Bagi
rombongan tentu diatur oleh ketua rombongan dengan sebaik mungkin.
Untuk menuju gua
prasejarah harus menggunakan sedikitnya dua orang pemandu, biaya satu orang
pemandu Rp. 100.000 per hari. Menuju gua prasejarah dengan berjalan kaki dari
kampung Merabu selama 1,5 jam sampai 2 jam, tergantung kecepatan berjalan.
Perjalanan melintasi semak belukar, hutan lebat dan menyeberangi dua anak sungi
kecil. Banyak yang dapat disaksikan selama dalam perjalanan, keindahan alam,
berbagai jenis pohon besar dan kecil, berbagai jenis jamur, berbagai jenis
binatang, berbagai jenis tumbuhan obat, keindahan gunung kars, baru sampai
ditempat tujuan. Bagi yang ingin melihat langsung pohon ulin yang masih hidup,
pohon gaharu, dan rumpun rotan bisa langsung meminta kepada pemandu.
Pohon-pohon besar disepanjang jalan masih terlihat dengan gagahnya, pohon
meranti merah, pohon meranti putih, pohon kapur, pohon keruing, pohon bangris
yang tumbuh ditanah datar dan yang tumbuh di bebatuan karts (batu kapur) masih
banyak. Hutan sekitar kampung Merabu sampai wilayah gua prasejarah seluas lebih
840 hektar adalah hutan desa yang sudah mendapat legalitas dari Kementerian
Kehutanan pada tahun 2013. Oleh karena itu yang menjaga, merawat, dan
menatakelokan hutan tersebut sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat Merabu.
Gua atau Liang yang
terdekat yang dapat dikunjungi antara lain Gua Beloyot, Liang Abu, dan Liang
Ara. Gua Beloyot dan Liang Abu sebagai gua pra sejarah, sedangkan Liang Ara
adalah gua sungai yang dilangit-langitnya menjadi tempat tinggal kelelawar :
1) Gua Beloyot.
Untuk mencapai gua harus berjalan kaki selama satu sampai dua jam. Sesampainya
disekitar gua Beloyot pengunjung langsung disuguhi keindahan alam yang
menakjubkan. Jalan setapak melintasi dibawah tebing gunung yang sangat indah
dibawah gunung itu pengunjung bisa beristirahat, memutar sedikit sampai
tanjakan menuju gua Beloyot. Tanjakan ini seperti memanjat tebing tetapi banyak
pohon dan akar tempat berpegangan. Sebaiknya pemandu menyiapkan tali. Agar
lebih bernuansa local tidak perlu menggunakan tali pemanjat tebing, tetapi
menggunakan rotan. Raton tersebut bagus sekali dan kuat, dipegang terasa
melengket ditelapak tangan. Saat memanjat menuju gua Beloyot, pemandu sangat
dibutuhkan, memanjat didepan sebagai pemandu jalan dan menjaga dibelakang.
Pastinya menjaga dan menjamin keselamatan pengunjung saat memanjat ditebing gunung.
Begitu sampai di muara gua dan masuk…wah rasa lelah yang begitu menguras tenaga langsung hilang dan segar.
Nuansa langsung berbeda, hidung membaui aroma bau kotoran kelelawar. Dan
langsung menyaksikan gambar-gambar telapak tangan, dan gambar beberapa jenis
binatang. Gambar-gambar itu kita sebut saja Gambar
Cadas Prasejarah. Gambar cadas itu ada yang rendah, ada sedang dan ada yang
tinggi dilangit-langit gua. Keunikan gambar telapak tangan yang ada
dilangit-langit gua itu sangat unik dan mengherankan, ada yang terbalik dan
terputar, padahal sela-sela lubang untuk meletakkan telapak tangan sempit dan
Nampak sulit. Telapak tangan itu seperti milik anak kecil, tapi bagaimana dia
melekatkan tangannya dilangit-langit gua yang tiginya tidak kuran tiga meter dan
seolah terputar itu. Menurut ahli gambar cadas Pindi Setiawan dari Institut
Teknologi Bandung, gambar cadas tersebut adalah sangat dihormati, karena gambar
itu dibuat setelah dilakukan ritual, artinya yang membuat gambar telapak tangan
dan gambar beberapa binatang itu seorang yang sangat dihormati, dituakan, tokoh
adat, kalau mereka waktu itu sudah mengenal ritual Belian, pastilah dia seorang
Belian. Jadi gua yang ada gambarnya tersebut adalah gua tempat ritual ribuan
tahun yang lalu, sedangkan gua tempat tinggal terpisah dari tempat gua ritual.
Gua tempat tinggal pasti tidak jauh dengan mata air atau sungai air tawar.
Karena air itu untuk segalanya buat manusia prasejarah sampai dengan sekarang.
Oleh karena itu penting menjadi mata air, sungai air tawar, dan wilayah serapan
air untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.
2) Liang Ara berada dibawah gunung kapur. Gunung
kapur tersebut tinggi ditumbuhi pohon-pohon besar. akar-akar pohon itu
menghunjam kedalam batu kapur melewati lubang-lubang dan celah-celah batu yang
sangat keras dan kuat. Nampaknya pohon=pohon besar yang tumbuh digunung batu
karts itu sangat subur, berarti makanan yang diserap akan pohon tersedia dan
melimpah. Liang ara yang bisa dimasuku sekitar dua puluh meter saja, lalu
lubang gua mengecil, apabial air sungainya sedikit lubang itu dapat dimasuki,
apabila air sungainya dalam lubang tersebut tidak bisa dimasuki karena dipenuhi
air yang mengalir deras dari dalam Liang Ara. Liang ara memiliki keunikan
dimuaranya, bisa langsung masuk melalui sungainya, tetapi ada pula jembatan
batu alam diatasnya, dari sana dapat melihat Liang Ara yang gelap gulita.
Begitu pengunjung mendekat kemuara, mulailah terdengar suara kelelawar yang
merasa terusik oleh kedatangan manusia. Pokoknya langsung masuk aja kedalam
gua, untuk menikmati suasana eksotis dangan air sungai yang dalamnya sampai
dipaha, dinginnya meresap sampai daging dan sumsum…..heeee…aaaaccchh…waaawww.
luar biasa……
Selain spot-spot
diatas, masih banyak tempat lain yang indah dan pantas untuk dikunjungi, Datau
Tebo’ yang legendaries contohnya, tetapi butuh waktu lebih lama mencapai dan
menikmatinya serta butuh tambahan biaya pastinya. Bagi peneliti pada umumnya
mereka datang dan langsung menuju Liang Beloyot dan Liang Abu, karena disana
memang tempat kunjungan para peneliti dari berbagai negara belahan dunia.
Jumat, 25 November 2016
Langganan:
Postingan (Atom)
